Rasa takut saat akan menjalani Rapid tes

Salah satu warga desa gajahkumpul terpapar virus Coavid 19. dan sudah di lakukan pendataan terhadap warga. dan di jadwalkan untuk mengikuti Rapid tes, warga merasa ketakutan untuk menjalani rapid tes.Bapak kepala Desa Gajahkumpul meminta masyarakat tidak perlu khawatir atau takut untuk menjalani pemeriksaan cepat atau rapid test. Pasalnya hal ini merupakan salah satu upaya untuk mengendalikan penyebaran Covid-19 menyebar di wilayah desa gajahkumpul Khususnya. upaya pemerintah desa untuk meningkatkan perlindungan kepada masyarakat yaitu dengan cara Rapid tes . tidak semua orang harus menjalani Rapid Tes, Bu Sulastri selaku bidan desa mengatakan bahwa tujuan utama tes tersebut adalah penyaringan terhadap orang-orang yang memiliki kontak erat dengan pasien Covid-19 sebelum mereka melaksanakan tes dengan metode PCR. Untuk pelaksanaan rapid tes Bapak kepala desa menyiapkan tempat yang nyaman untuk kegiatan rapid tes. Dengan menyewakan tenda di depan balai desa karena pelaksanaan tidak boleh di puskesmas dan harus di ruang terbuka.

Seperti diketahui, banyak pasien terkonfirmasi positif COVID-19 namun tidak menunjukkan gejala apapun. Ia pun menyebut merupakan tanggung jawab kita bersama untuk tidak menulari orang lain, terutama kelompok rentan. Seperti orang lanjut usia, orang dengan penyakit penyerta, dan mereka yang memiliki gangguan imunitas.

“Tanggung jawab tersebut dapat kita wujudkan dengan salah satunya yang paling penting, adalah dengan melakukan rapid test, dan kemudian dilanjutkan dengan swab apabila ada yang reaktif.

Screening atau memastikan orang memiliki kontak erat dengan penderita itu yang harus dites apakah yang bersangkutan terinfeksi atau tidak. dari data yang diperoleh sejumlah 19 orang, ada beberapa yang tidak mau datang untuk rapid tes. dengan batuan Bapak Babinsa dan Babinkamtibmas yang menjemput warga yang tidak mau datang dan akhirnya mau datang.dari sekian banyaknya warga yang mengikuti Rapid tes semuanya dengan hasil NON REAKTIF. akhirnya dapat bernafas lega. memang di ketahui bahwa Si penderita Covid 19 tidak pernah keluar rumah kecuali ada kepentingan. jadi jarang kontak langsung dengan warga sekitar. yang di takutkan adalah jika salah satu anggota keluarga ada yang positif lagi.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan